Home / Daerah

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:22 WIB

Pemkab Tangerang Perkuat Mitigasi Pertanian dan Pastikan Produksi Padi Tersedia di Musim Kemarau

TANGERANG, PUBLISIA.ID– Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan terus memperkuat langkah mitigasi musim kemarau guna memastikan produksi gabah di Kabupaten Tangerang tetap tersedia.

Berbagai upaya dilakukan diantaranya melaksanakan Sinergitas Stakeholder seperti Kementerian Pertanian RI, Dinas Pertanian Provinsi Banten, Perguruan Tinggi dan instansi terkait.

Selain itu menyalurkan bantuan traktor, pompa air, pemanfaaatan sumber air alternatif, penggunaan varietas padi terhadap kondisi kering serta pendampingan penyuluh pertanian Kementerian Pertanian.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang Dr. Ir. H. Ujang Sudiartono, S.T., M.T. menjelaskan terkait upaya Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam mengatasi dampak kekeringan melakukan mitigasi bantuan alat produksi pertanian (Alsintan) serta Sarana Produksi Pertanian (Saprodi) kepada sejumlah Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Kabupaten Tangerang.

Pemkab Tangerang juga melakukan kolaborasi bersama dengan SGU, Syngenta Indonesia dan BRIN yang sedang berjalan saat ini sebagai salah satu alternatif pola tanam untuk meningkatkan produktivitas padi yang bisa di lakukan oleh kelompok tani.

“Untuk tahun 2026, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang telah menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian yang bersumber dari APBD, APBN/Provinsi kepada kelompok tani. Penyaluran bantuan ini sebagai Mitigasi kekeringan dalam mendukung peningkatan produktivitas padi tetap terjaga di Kabupaten Tangerang,”tegas Ujang.

Baca Juga  Wali Kota Cilegon Pastikan Tidak Ada Kebocoran Pipa dan Kebocoran Tangki di PT Vopak

Sarana Produksi Pertanian yang telah disalurkan pada tahun 2026 diantaranya yaitu; Alat produksi Pertanian (Alsintan) Traktor Roda 2 sebanyak 44 unit, Cultivator 14 unit, Power Threser, Pompa air 75 Unit, Handsprayer 88 Unit. Pupuk NPK 25.825 Kg, Kompos 20.500 Kg, Organik 530.000 Kg, Pupuk Organik Cair 90 Liter, Benih Padi 86.900 Kg.

Selain itu, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang juga menyalurkan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) sebanyak 26 Unit. IRPOM merupakan sistem pengairan lahan pertanian yang menggunakan mesin pompa air seperti tenaga surya, Diesel atau Listrik untuk menarik air dari sumbernya dan mengalirkannya ke area persawahan.

“IRPOM ini sebagai salah satu intervensi Pemerintah Daerah, Kementerian Pertanian RI melalui Kelompok Tani untuk membantu penyediaan air dan mengurangi resiko gagal panen akibat kekeringan, mempermudah akses air yang jaraknya cukup jauh dari lahan pertanian,” jelas Ujang lagi.

Bantuan lain untuk penyediaan untuk petani yaitu Irigasi Perpompaan (IRPIP) sebanyak 6 Unit, IRPIP ini untuk mengalirkan air kelahan pertanian tanpa menggunakan pompa. Selan itu ada bantuan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) sebanyak 22 Unit pada tahun 2025, JIAT ini merupakan sistem pengairan yang memanfaatkan air dibawah permukaan tanah melalui sumur bor.

“Kami juga memberikan Sumur Pantek sebanyak 4 Unit, sumur Pantek berfungsi sebagai mengairi sawah di daerah yang sulit dijangkau irigasi permukaan atau saat musim kemerau. Dinas Pertanian juga memberikan bantuan sumur bor di beberapa titik lahan pertanian sebanyak 2 unit serta melakukan rehab jaringan Irigasi Tersier di 23 lokasi,” ucapnya.

Baca Juga  Pemkab Serang Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman bagi Anak

Ia lanjutkan, dalam upaya meningkat produktivitas dan mendukung swasembada pangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Tangerang memberikan bantuan benih padi dari UPTD Balai Benih kepada Kelompok Tani sebanyak 3,6 Ton.

“Bantuan sarana produksi Pertanian baik Alsintan, Saprodi, Pupuk dan Bantuan benih merupakan langkah-langkah Mitigasi kekeringan pada sektor Pertanian oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Tangerang, Pemerintah Provinsi Banten dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia dalam upaya teknis, infrakstruktur, hingga penyesuaian pola tanam untuk menjaga produktivitas di saat musim Kemerau ini,” tegas Ujang yang sebelumnya menjabat Kepala Bappeda Kabupaten Tangerang.

Terkait wilayah yang terdampak kekeringan berdasarkan data di akhir bulan September 2026, terjadi di 17 Kecamatan, 53 desa dengan luas 667,05 Ha, Puso 340 Ha, Pulih 85 Ha, Panen 73 Ha dan terancam 230 Ha.

“Penyebab akibat tidak ada hujan, tidak ada sumber air, terdampak sumber air tapi sudah mulai kering, ada sumber air tapi jauh dari lokasi kejadian,” jelasnya.***

Share :

Baca Juga

Daerah

Ini 5 Rekomendasi BMKG Terkait Gunung Anak Krakatau

Daerah

Bupati Serang Ratu Zakiyah Apresiasi SPACY 2026 Nurul Fikri Mengasah Kemampuan Siswa

Daerah

Bupati Serang Ratu Zakiyah Apresiasi Program Bang Andra

Daerah

Nakerfest Digelar 24-25 September 2026 Sediakan 1.000 Lebih Lowongan Pekerjaan Baru

Daerah

APBD Perubahan 2026 Kabupaten Serang Disepakati Segini Besarannya

Daerah

Breaking News Hari Ini Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi

Daerah

HUT ke 81 Kemerdekaan RI di Binuang Heboh, Ini Kata Camat Mamak Abror

Daerah

HUT ke 81 Kemerdekaan RI di Pemkab Serang jadi Momentum Kebersamaan