SERANG, PUBLISIA.ID-Bupati Ratu Rachmatuzakiyah mengapresiasi kreativias para OSIS SMP Islam Nurul Fikri Boarding School yang melaksanakan kegiatan Spacy setiap tahun. Spacy merupakan salah satu agenda terbesar di sekolah ini yang menjadi ajang kreativitas para siswa.
Tahun ini Spacy (Searching Your Potential With Amazing Competition for Young Generation) memasuki tahun ke-18 yang secara resmi dibuka oleh Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Serang Aber Nurhadi.
“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tinggi serta rasa bangga kepada keluarga besar Yayasan Pesantren Ibnu Salam dan OSIS SMP Islam Nurul Fikri yang sukses menyelenggarakan Spacy ke 18 tahun ini,” kata Bupati Serang Ratu Zakiyah saat membuka Spacy ke-18 di SMP Islan Nurul Fikri, Rabu 14 Oktober 2026.
Kata Bupati, Spacy ke-18 ini menunjukkan konsistensi dan komitmen Nurul Fikri dalam mencetak generasi muda yang cerdas secara intelektual, tangguh secara emosional dan mulia secara spiritual.
Tema Spacy 2026 adalah Discover Your Element, Embrace Your Strenght and Rise Beyond.
“Tema ini sangat menarik dan menjadi sebuah pesan yang sangat kuat bahwa generasi muda, khususnya para siswa Nurul Fikri dan anak-anakku di Kabuoaten Serang dituntut untuk mengenali potensi dasar yang dimiliki, menerima serta mengasah kelebihan diri dan terus berani melampaui batas kemampuan mengukir prestasi terbaik,” tegasnya.

Bupati Ratu Zakiyah menegaskan bahwa Pemkab Serang berkomitmen untuk memajukan dunia Pendidikan untuk mewujudkan visi Serang Bahagia. “Visi ini bukan sekadar slogan melainkan tekad nyata agar seluruh anak di Kabupaten Serang memperoleh akses pendidikan yang bermutu, terjangkau dan berkeadilan,” katanya.
Pemkab Serang secara bekelanjutan menjalankan lima program prirotas bidang pendidikan yang mencakup penyediaan beasiswa bagi para siswa, peningkatan insentif kesejahteran bagi guru pendidik keagamaan dan sekolah umum. Selain itu juga pembenahan serta rehabilitasi sarana dan prasarana fisik, penguatan program baca tulis Alquran hingga pengayaan kurikulum berbasi muatan lokal.
“Kami kembali menegaskan bahwa lembaga pendidikan harus menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, inklusif dan menyenangkan bagi ana-naka. Sekolah harus menjadi benteng terlindung yang bebas dari bullying, kekerasan fisik maupun verbal serta segala bentuk perlakuan diskriminatif,” katanya.
Syarat mutlak bagi lahirnya generasi emas di sekolah adalah hadirnya rasa aman dalam menuntut ilmu dan berkesplorasi. “Sinergi antara pihak sekolah, tenaga pendidik, orangtua, dinas pendidkan, DP3AKB serrta instansi terkait harus diperkuat untuk memastikan hak anak-anak terlindungi secara maksimal,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi khusus kegiatan sosial dan lingkungan hidup yang diintegrasikan dalam rangkaian spacy ini. Pelaksanaan penanaman pohon di area sekolah menjadi langkah kongkret yang selaras dengan upaya penataan lingkungan hidup di Kabupaten Serang.
Begitu pula dengan penyaluran santunan anak yatim bekerja sama dengan Baznas serta penggalangan donasi kemanusian untuk Palestina membuktikan bahwa jiwa solidaritas global telah ditanamkan sejak dini dalam sanubari para santri.
Bupati berpesan agar para peserta yang ikut dalam Spacy untuk memanfaatkannya sebagai momentum utuk mendepankan nilai-nilai kejujuran, sportivitas dan persaudaran.
“Menang kalah dan sebuah pertandingan hal yang biasa. Namun proses belajar, keberanian untuk mencoba serta menjaga silaturahmi antar pelajar adalah pengalaman berharga yang akan membentuk karakter anak-anak di masa depan.
Di tempat yang sama Direktur NFBS Kholisul Ibad Ariifin menegaskan bahwa Spacy digelar selama 3 hari. “Kegiatan ini murni dikelola oleh para santri. Kami dari dewan guru hanya mendampingi. Jadi semua panitia adalah para santri. Dan panitia menyiapkan hadiah hingga mencapai Rp120 juta,” katanya.
Para santri yang merancang semua kegiatan. Mulai dari tema, konsep acara, penyebaran proposal ke berbagai instansi untuk menjadi sponsorship.
“Jadi semuanya ditangani oleh panitia yaitu para santri. Guru hanya mendampingi, bayangkan dari 1.900 peserta lebih kita inapkan di pesantren dan semua haknya kita penuhi, gratis semuanya. Lembaga kita punya misi visinya, untuk mencetak anak-anak di samping dia saleh secara pribadi, juga punya kepedulian dan mampu memimpin,” katanya.
Sementara Kepala SMP Islam Nurul Fikri Nanik Restu Wardhana mengatakan, Spacy 2026 diikuti peserta sebanyak 1.976. Mereka berasal dari pelajar dari Banten dan luar Banten.
“Alhamdulillah para peserta masih antusias, ada 1.976 peserta.M Mereka berasal dari 144 sekolah dari Banten hingga Jawa Barat, untuk SMP ada sebanyak 24 mata lomba dan SD ada 15 mata lomba,” katanya. **



















