SERANG, PUBLISIA.ID-BMKG mengeluarkan rekomendasi terbaru terkait dengan Gunung Anak Krakatau, Lampung Selatan, Lampung.
Berdasarkan pengamatan BMKG pada periode tanggal 15 Oktober 2026 bahwa Gunung Anak Krakatau masih dalam status Siaga.
Saat pengamatan dilakukan cuaca berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat daya dan barat laut. Suhu udara 25.2-27 °C dan kelembaban udara 83-84 %.
Secara visual Gunung tertutup kabut. Asap kawah tidak teramati. Kegempaan remor Menerus (Microtremor) terekam dengan amplitudo 0.5-17 mm (dominan 2 mm)
BMKG menyatakan bahwa saat ini status Gunung Anak Krakatau adalah Level III (Siaga). Terkait dengan status ini, berikut 5 rekomendasi BMKG:
- Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan/pendaki tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
- Masyarakat di sekitar Gunungapi Anak Krakatau dan pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkan memasuki dan melakukan kegiatan di dalam wilayah radius 1 km dari pulau baru di sektor barat laut dan tenggara Gunungapi Anak Krakatau.
- Meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bahaya lontaran batu pijar, hujan abu lebat, aliran lava, dan potensi erupsi sekunder yang ditimbulkan oleh kontak panas lava, baik dengan air laut maupun air hujan dalam radius 5 km dari pusat erupsi Anak Krakatau.
- Masyarakat di wilayah pantai Provinsi Banten dan Lampung harap tenang dan jangan mempercayai isu-isu tentang erupsi Gunungapi Anak Krakatau yang akan menyebabkan tsunami, serta dapat melakukan kegiatan seperti biasa dengan senantiasa mengikuti arahan BPBD setempat.
- Untuk mengetahui informasi dapat menghubungi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi (022) 7272606 di Bandung (Provinsi Jawa Barat) atau Pos Pengamatan Gunungapi Krakatau (0254) 651449 atau 085846324506 di Pasauran (Provinsi Banten). (red)



















