Home / Pendidikan

Rabu, 24 Desember 2025 - 11:57 WIB

Gerakan Indonesia Belajar

Oleh Dr. H. Fadlullah, S.Ag., M.Si., anggota Presidium FSPP Provinsi Banten

Pada acara Milad ke-23, tanggal 23 Desember tahun 2025, di Ruang Rapat Dekanat Sains dan Teknologi UIN SMH Banten, mengjak FSPP bangkit dengan gerakan baru: Indonesia Belajar disingkat INABEL.

Gerakan ini berangkat dari kesadaran fundamental tentang relasi Tuhan, manusia, dan alam sebagai satu kesatuan kehidupan. Tuhan menghadirkan dunia dalam keseimbangan, manusia diberi amanah untuk menjaganya, dan alam menjadi penopang sekaligus penanda keberlangsungan hidup. Ketika relasi ini dilanggar, kerusakan sosial dan ekologis tak terelakkan. Belajar dipahami sebagai jalan memulihkan kesadaran atas amanah tersebut. Dari belajar yang sadar, lahir tanggung jawab etis untuk bertindak.

Dalam relasi antarmanusia, G-INABEL FSPP hadir sebagai edukator demokrasi untuk menumbuhkan kesadaran sosial dan kewargaan. Kehidupan sehari-hari menjadi ruang refleksi atas keadilan, kekuasaan, dan tanggung jawab bersama. Dialog, musyawarah, dan keberanian bersuara diposisikan sebagai praktik etis, bukan sekadar prosedur. Manusia belajar memahami bahwa merusak tatanan sosial berarti merusak martabat kemanusiaan itu sendiri. Kesadaran ini menuntun pada tindakan kolektif yang adil dan bermartabat.

Baca Juga  Gubernur Andra Soni Ajak Rumah Sakit Bersinergi Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan di Banten

Dalam relasi manusia dengan alam, G-INABEL FSPP hadir sebagai edukator lingkungan yang aktif membaca tanda-tanda kerusakan sebagai peringatan moral. Alam dipahami bukan objek eksploitasi, melainkan bagian dari kehidupan yang saling terhubung. Dari pengalaman langsung atas krisis dan bencana, tumbuh kesadaran akan batas dan tanggung jawab. Belajar menuntun manusia untuk menahan diri, merawat, dan melindungi. Keberlanjutan hidup menjadi ukuran utama setiap tindakan.

Baca Juga  Raih Juara III Semaphore Dance, SDQ Amirul Mukminin Bersinar di Ajang AKSES VII se-Banten

Dalam relasi manusia dengan pengetahuan dan teknologi, G-INABEL FSPP menjadi penggerak dakwah digital untuk menjaga kewarasan dan etika publik. Di tengah arus informasi yang deras, kesadaran kritis menjadi kebutuhan mendasar. Manusia diajak bertanggung jawab atas pengetahuan yang diproduksi dan disebarkan. Teknologi diperlakukan sebagai amanah, bukan alat dominasi. Belajar menjadi cara memuliakan akal dan menjaga martabat manusia.

Keseluruhan gerak G-INABEL FSPP berpijak pada keyakinan bahwa belajar adalah ibadah sosial yang menautkan Tuhan, manusia, dan alam. Kesadaran yang lahir dari belajar tidak berhenti pada pemahaman, tetapi menjelma menjadi aksi yang konsisten dan berkelanjutan. Inilah jalan merawat kehidupan di tengah krisis zaman. Belajar, bagi G-INABEL FSPP, adalah cara manusia setia pada amanah penciptaan. (*)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Uniba Perkuat Kualitas dan Mutu sebagai Identitas Kampus

Pendidikan

KKM Uniba di Kabupaten Serang Diharapkan Ciptakan Model Penanganan Sampah

Pendidikan

322 Pramuka Uniba Ikuti Perkemahan Edukatif dan Kreatif

Pendidikan

1.503 Peserta Ikut Tes Potensi Akademik Mahasiswa Baru Uniba

Pendidikan

Mahasiswa Komunikasi Uniba Gelar Workshop Creative Skills Tingkatkan Kompetensi Kreatif

Pendidikan

Mahasiswa Komunikasi Uniba Gali Potensi Pemain Muda Berbakat di Tangerang Bersama Coach Alif Dafa

Pendidikan

Gebrakan Mahasiswa Komunikasi Uniba di Desa Ranjeng: Melangkah Sehat Meraih Hebat

Pendidikan

Stop Hoax dan Provokasi: Menjadi Masyarakat Cerdas Informasi