Home / Daerah

Rabu, 4 Maret 2026 - 22:26 WIB

Bantu Warga Tidak Mampu, PT ABM Tebar 5.900 Paket Sembako

CILEGON, PUBLISIA.ID – Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Provinsi Banten, bekerjasama dengan PT Agrobisnis Banten Mandiri (Perseroda) atau ABM, membagikan paket sembako kepada 5.900 penerima manfaat yang tersebar di delapan Kabupaten/Kota.

Bantuan itu, diberikan secara gratis yang menyasar penerima dari golongan desil 1 dan 2.

Sekretaris Perusahaan PT ABM Irfan Nur Maruf mengatakan, sasaran penerima bantuan itu masyarakat kurang mampu, dimana basis datanya diberikan oleh Dinas Ketapang yang disinkronkan dengan data di Kelurahan dan Kecamatan yang rentan pangan.

“Paket sembako yang diterima oleh masyarakat meliputi 1 ekor ayam dan 10 kg beras,” katanya, Rabu (4/2/2026).

Dalam proses penyalurannya, kata Irfan, Dinas Ketapang bersinergi dengan PT ABM, Bulog dan PT POS. Para penerima bantuan datang ke lokasi penyaluran dengan membawa surat undangan elektronik yang telah disebar sebelumnya dari aplikasi Pos Giro Cash (PGC).

“Untuk bantuan beras penyalurnya PT POS, sedangkan daging ayam dari PT ABM,” ujarnya.

Baca Juga  PPAI Banten Galang Dana untuk Korban Bencana Aceh dan Sumatera

Proses penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap selama satu minggu ini di seluruh Kabupaten/Kota. Jikapun masih membutuhkan waktu tambahan, akan disesuaikan.

“Kita sih menargetkan minggu ini bisa selesai, sehingga penerima bantuan bisa memanfaatkannya lebih cepat,” imbuhnya.

Kegiatan itu, kata Irfan, merupakan arahan dari Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Gubernur Banten Dimyati Natakusumah yang mengintruksikan agar ABM bisa hadir dan berperan aktif membantu masyarakat.

“Apalagi di bulan Ramadan ini, kebutuhan bahan pokok cukup tinggi harganya dan juga ada beberapa yang mengalami kenaikan. Sehingga diharapkan dengan adanya penyaluran ini masyarakat bisa terbantu, terutama yang kurang mampu,” jelasnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) M Nasir menambahkan, bantuan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) ini diturunkan sebagai bentuk intervensi Pemerintah Provinsi Banten dalam menurunkan tingkat rentan dan rawan Pangan di wilayah-wilayah Provinsi Banten.

“Daerah dikatakan rawan atau tidak berdasarkan kajian Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) Peta ketahanan dan kerentanan pangan di wilayah- wilayah se Provinsi Banten, secara berjenjang dari pusat, provinsi maupun daerah,” tuturnya.

Baca Juga  Bank Banten Gelar RUPST Tahun Buku 2025, Tren Kinerja Semakin Melesat

Kemudian pembagian bantuan CPP ini adalah dalam upaya mengendalikan inflasi Provinsi Banten sesuai rilis BPS bulan Februari 2026 angka inflasi bulan ada pada angka 0,93 berada pada posisi ke empat tertinggi.

Salah satu yang memberi andil inflasi adalah daging ayam ras, Jadi upaya kita Pemerintah Daerah Provinsi Banten dalam hal ini sangat tepat dengan menurunkan bantuan Ayam Frozen dan Beras masing- masing 1 kg daging ayam, 10 kg beras, sehingga masyarakat yang masuk kategori miskin atau rentan pangan dapat meringankan beban dengan adanya bantuan tersebut, dapat menjalankan ibadah puasa dengan tenang. Dan insya Allah data rentan pangan dapat berkurang.

“Ini bentuk perhatian bapak gubernur dan wakil gubernur Banten dalam menjaga inflasi daerah dan upaya menurunkan atau bentuk intervensi pemerintah daerah dalam menurunkan angka agak rentan pangan,” imbuhnya. (*)

Share :

Baca Juga

Daerah

Ketum Resmi IKA UIN Banten Husni Mubarok Banjir Dukungan

Daerah

Ucapan Karangan Bunga Hasil Munas Ilegal di Rektorat UIN SMH Banten, Mantan Presma UIN Sebut Sebagai Teror Terhadap Kebijakan Rektor

Daerah

Relawan Jepang Survei Jembatan Rapuh di Kampung Ciseke Serang, Siap Bangun Akses Penghubung Warga

Daerah

Munas IKA UIN Banten Ilegal: Ulum Disebut Ketua IKA Abal-Abal

Daerah

Bank Banten Perkuat Peran sebagai Penggerak Literasi Keuangan di Banten

Daerah

Bank Banten Perkuat Kerja Sama Strategis dengan Pemerintah Kota Cilegon

Daerah

Meriahkan Launching JConnect v3.0 di Surabaya, Bank Banten Boyong Kopi Banten

Daerah

Gelar RUPST, Dukungan Pemda Perkuat Kinerja Bank Banten di Tahun 2025