SERANG, PUBLISIA.ID – Yayasan Abul Hasan menggelar kegiatan Halal Bihalal Idul Fitri sekaligus Haul ke-177 Tubagus Abdul Hasan, yang juga dikenal dengan gelar Raden Arya Mandoera Radja Djaya Negara.
Kegiatan ini mengusung tema “Mari Kita Bangun Kekompakan dan Kerjasama Lintas Generasi Guna Mempererat Tali Silaturahmi” dan dilaksanakan di Yayasan Abul Hasan, Pondokkahuru, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Sabtu (4/4/2026).
Ketua Yayasan Abul Hasan, Tubagus Arif Rahman Safaruddin, yang merupakan keturunan ke-6 dari Tubagus Abdul Hasan, menyampaikan bahwa kegiatan haul ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus mempererat silaturahmi keluarga besar.
“Almarhum merupakan putra daerah yang tidak hanya dikenal sebagai pemimpin, tetapi juga seorang ulama dan penghafal Al-Qur’an. Pada masanya, beliau dipercaya memimpin wilayah Serang pada era penjajahan dengan jabatan Regent atau Bupati,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gelar yang disematkan kepada Tubagus Abdul Hasan memiliki makna mendalam. Kata “Arya” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti mulia atau terhormat, sementara “Jayanegara” menggambarkan harapan akan negeri yang jaya dan makmur.
“Sosok Tubagus Abdul Hasan dinilai layak menjadi inspirasi bagi generasi penerus untuk meneladani kepemimpinan, keteladanan, dan nilai-nilai keagamaan,”jelasnya.
Menurutnya, kegiatan haul yang dipadukan dengan Halal Bihalal ini juga menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah serta menjaga tradisi tawasul dan doa bersama bagi para leluhur.
“Harapannya, generasi muda dapat meneruskan perjuangan beliau, menjaga nilai-nilai kebersamaan, serta berkontribusi dalam pembangunan, khususnya di bidang pendidikan dan sosial di Kabupaten Serang,” tambahnya.
Sementara itu, Muhammad Haersyah Drajat Prawiranegara yang juga merupakan keturunan Tubagus Abdul Hasan, putra dari Drajat Prawiranegara yang namanya diabadikan oleh pemerintah kabupaten Serang menjadi nama rumah sakit daerah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut.
Ia menilai acara ini memiliki peran penting dalam menjaga tali silaturahmi antar keluarga besar.
“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya mengenang jasa para leluhur, tetapi juga mempererat hubungan kekeluargaan. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami sebagai bagian dari keluarga besar Banten,” ungkapnya.
Ia berharap, tradisi haul dan silaturahmi keluarga besar ini dapat terus dilestarikan dari generasi ke generasi, sekaligus menjadi motivasi untuk menjaga nama baik keluarga dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
Diketahui kegiatan tersebut berlangsung khidmat dengan diisi doa bersama, tausiah, serta ramah tamah antar keluarga besar dan masyarakat sekitar. (*)



















