Home / Pemerintahan

Senin, 29 Desember 2025 - 23:38 WIB

Wagub Banten: Catur Ajarkan Filosofi Hidup dan Bentuk Karakter Kepemimpinan

TANGERANG, PUBLISIA.ID – Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah, menilai permainan catur memiliki filosofi mendalam yang relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, catur tidak hanya berfungsi melatih pola pikir, tetapi juga efektif membentuk karakter dan mental kepemimpinan.

​Hal tersebut disampaikan Dimyati saat menghadiri Babak Final Liga Catur Percasi Kabupaten Tangerang Tahun 2025 dan Open Ngeround Akhir Tahun 2025 Percasi Kabupaten Tangerang di Hotel Lemo Serpong, Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Minggu (28/12/2025).

​Dimyati mengapresiasi tingginya antusiasme peserta dalam kompetisi tersebut. Ia berharap ajang ini dapat memunculkan bibit atlet catur potensial sekaligus menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk mengurangi ketergantungan pada gawai.

Baca Juga  Bupati Serang Ratu Zakiyah Gratiskan Biaya BPJS Ketenagakerjaan bagi 2016 Ketua Poktan

​”Tujuannya adalah agar anak-anak tidak hanya bermain telepon seluler atau menonton televisi saja, tetapi berinteraksi secara nyata. Dengan demikian, mereka akan memiliki jiwa sportif, mental pejuang yang pantang menyerah, dedikasi, integritas, serta jiwa kepemimpinan,” ujar Dimyati.

​Lebih lanjut, Dimyati menekankan pentingnya aspek perencanaan dan analisis dalam catur yang selaras dengan pengambilan keputusan dalam hidup. Ia mengibaratkan langkah catur sebagai manajemen risiko.

​”Dalam catur, berpikir dulu baru melangkah, jangan sebaliknya. Lakukan analisis risiko atau analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) terlebih dahulu. Setiap langkah harus dilakukan dengan keyakinan,” tegasnya.

Baca Juga  Pemkab Serang Sosialisasikan Survei Kepuasan Masyarakat dan Perbup 33/2025

​Selain aspek strategi, Dimyati menyoroti nilai sportivitas dan saling menghargai yang diajarkan dalam olahraga ini. Menurutnya, catur adalah permainan damai yang mengedepankan intelektualitas tanpa kekerasan fisik.

​”Tidak ada perkelahian dalam catur. Baik yang kalah maupun yang menang sama-sama tertawa,” ucapnya.

​Menutup pernyataannya, Dimyati menjelaskan bahwa catur juga mengajarkan pemberdayaan peran. Setiap bidak, mulai dari pion hingga menteri, memiliki fungsi krusial untuk mencapai tujuan bersama. Hal ini dapat melatih kesabaran, ketekunan, dan kewaspadaan.

​”Catur melatih kesabaran dan ketekunan. Kalau terburu-buru bisa kalah. Catur juga mengajarkan kita untuk tidak mudah menyerah serta tidak boleh lengah,” pungkas Dimyati. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Atensi Penuh Pemerintah Pusat: Menhub dan Wamenhub Intens Tinjau Pelabuhan Ciwandan Kawal Angkutan Lebaran 2026

Pemerintahan

Ketua TP PKK Lampung Ucapkan Selamat untuk Peratin Talang Bamban, Dorong Pengembangan Wisata

Pemerintahan

Menteri Perhubungan Tinjau Pelabuhan Ciwandan, Pastikan Kelancaran Angkutan Lebaran 2026 Berjalan Optimal

Pemerintahan

Pemkot Cilegon Berangkatkan 50 Bus Mudik Gratis Penuh Berkah, Layani Lebih dari 2.000 Pemudik

Pemerintahan

8 Tahun Terkatung-katung, Polemik Lahan SDN Inpres Cikeusal Tuntas di Era Bupati Ratu Zakiyah

Pemerintahan

Wagub Dimyati Bahas Penguatan Bangsa di Forum Kebangsaan Bersama Menkopolkam

Pemerintahan

Pererat Sinergi, Gubernur Andra Soni Hadiri Safari Ramadan di Polda Banten

Pemerintahan

Mantan Napiter ICT, BPU dan GCB Pererat Silaturahmi Ramadan, Serukan Persatuan Bangsa