Home / Pendidikan

Selasa, 30 Desember 2025 - 16:13 WIB

Uniba Bedah Kebermanfaatan Kecerdasan Buatan di Kampus

SERANG, PUBLISIA.ID – Dalam rangka memperkuat integritas akademik dan etika penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI), Universitas Bina Bangsa (Uniba) mengadakan workshop nasional yang menghadirkan para ahli dari berbagai sektor terkait bertajuk Penguatan Integritas Akademik dan Etika Penggunaan AI di Perguruan Tinggi ini dilaksanakan Senin, (29/12/2025) di Auditorium Fikes Kampus 3 Uniba.

Workshop ini merupakan program kolaborasi antara Kemendiktisaintek RI dan Anggota Komisi X DPR RI, Prof. Dr. Ir. H. Furtasan Ali Yusuf, S.E., S.Kom., M.M., sebagai bagian dari penguatan tata kelola pendidikan tinggi di era kecerdasan artifisial dan mendapatkan perhatian luas dari berbagai perguruan tinggi di Banten dengan tujuan untuk membekali para dosen dan akademisi tentang pentingnya menjaga etika dalam penggunaan teknologi AI, serta upaya menjaga integritas akademik di era digital.

Workshop ini juga menjadi platform diskusi terkait tantangan yang dihadapi perguruan tinggi dalam menghadapi kemajuan teknologi yang pesat, terutama dalam konteks pembelajaran, penelitian, dan penggunaan AI.

Workshop dibuka dengan keynote speech yang disampaikan oleh Anggota Komisi X DPR RI Prof. Dr. Furtasan Ali Yusuf. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya membangun budaya integritas akademik di kalangan mahasiswa dan dosen sebagai bagian dari upaya menciptakan perguruan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing di tingkat global.

“Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, terutama AI, kita harus memastikan bahwa penggunaan teknologi ini tidak hanya mempermudah proses pendidikan, tetapi juga tetap menjaga prinsip-prinsip integritas, kejujuran, dan keadilan,” ujar Furtasan.

Ia juga menambahkan, Penggunaan AI dalam penulisan tugas atau riset bisa menjadi pisau bermata dua, jika digunakan dengan benar, AI dapat mempercepat proses belajar, namun bila disalahgunakan bisa mengarah pada plagiarisme.

Baca Juga  Program Les dan Pojok Baca Ceria Upaya Mahasiswa Wujudkan Indonesia Emas 2045

Sesi berikutnya diisi oleh narasumber dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Hanif Fakhrurroja dan Dosen Profesional di Universitas Telkom. Penggemar kecerdasan buatan (AI) dan Internet of Things (IoT) membahas tentang peran AI dalam penelitian dan inovasi di perguruan tinggi.

Prof. Hanif Fakhrurroja menekankan pentingnya pendampingan bagi para peneliti agar dapat menggunakan AI secara etis, terutama dalam menghindari plagiarisme, manipulasi data, dan pelanggaran hak cipta dalam proses penelitian.

“AI harus diposisikan sebagai asisten cerdas, bukan pengganti nalar; dan integritas akademik adalah kompas agar pendidikan dan riset dapat terbang lebih tinggi”, ujar Prof. Hanif.

Beliau juga mengajak kepada seluruh peserta untuk melihat isu ini secara lebih jernih. AI bukan akar masalah, tetapi akselerator dari persoalan lama dalam budaya akademik. Data RI dan survei integritas menunjukkan risiko sistemik, bukan sekadar kasus individual.

“Kebijakan nasional sudah tersedia tantangan utamanya adalah implementasi dan pembudayaan nilai. Integritas akademik di era AI perlu bergeser dari larangan dan deteksi menuju tata kelola, transparansi dan human-in-the-loop”, ungkap Prof. Hanif.

Sementara itu, Sigit Aulia, M.Kom (Wakil Rektor I) perwakilan dari Uniba, menekankan pentingnya integritas akademik di tengah kemajuan teknologi yang semakin pesat.

“Di era digital ini, integritas akademik bukan hanya soal menulis karya ilmiah yang jujur, tetapi juga bagaimana kita mengintegrasikan teknologi dengan bijak dalam kegiatan akademik”, ujar Sigit.

Baca Juga  Pemprov Banten Percepat Perbaikan Jalan Menuju Destinasi Wisata Jelang Libur Nataru

Ia menambahkan, dalam menghadapi revolusi industri 5.0, perguruan tinggi harus proaktif dalam menjaga etika di era digital, serta memberikan pendidikan yang sesuai dengan tuntutan zaman, termasuk mengenai penggunaan teknologi yang bertanggung jawab.

Tidak kalah menarik, workshop ini juga menghadirkan perspektif dari Mahasiswa Gen-Z, yang diwakili oleh Ine Fitrianingsih dari Unit Kegiatan Mahasiswa Extama sekaligus mahasiswa program studi ilmu komunikasi.

Dalam sesi ini, Ine berbagi pengalaman tentang bagaimana generasi muda memandang penggunaan AI dalam pendidikan dan tantangan yang mereka hadapi dalam menjaga integritas akademik di tengah maraknya alat bantu berbasis AI, seperti chatbots AI dan software deteksi plagiarisme.

“Kami sebagai Gen Z, sangat terbuka terhadap teknologi, namun kami juga menyadari bahwa penggunaan AI harus sejalan dengan nilai kejujuran dan keadilan. Kami ingin AI digunakan untuk mendukung pembelajaran, bukan menggantikan kreativitas dan usaha individu,” kata Ine.

Workshop ini ditutup dengan diskusi panel yang melibatkan semua narasumber, di mana berbagai isu mengenai penggunaan AI yang bertanggung jawab, pengaruhnya terhadap kualitas pendidikan, serta pendidikan karakter dibahas secara mendalam.

Diskusi ini menghasilkan kesepakatan bahwa perguruan tinggi perlu memperkenalkan kurikulum khusus yang tidak hanya mengajarkan keterampilan teknis, tetapi juga etika penggunaan teknologi, serta membekali mahasiswa dengan pemahaman tentang risiko dan dampak jangka panjang penggunaan AI dalam pendidikan.

Workshop ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi pengembangan standar etika penggunaan AI di seluruh perguruan tinggi Indonesia, serta mendorong penerapan prinsip-prinsip integritas dalam setiap aspek pendidikan tinggi. (*)

Share :

Baca Juga

Pendidikan

Gubernur Andra Soni Harap Alumni Daar El-Qolam Tingkatkan Kontribusi ke Masyarakat

Pendidikan

SDQ Amirul Mukminin Peringati Isra’ Mi’raj 1447 H dengan Khidmat dan Semarak

Pendidikan

Pemkot Cilegon Perkuat Kolaborasi Pendidikan dan Industri melalui Cilegon Industrial Connect 2026

Pendidikan

Sesuai Arahan Wali Kota, Dindik Cilegon Sulap Sekolah Jadi Lebih Digital di 2026

Pendidikan

Wagub Dimyati: Revitalisasi Sekolah Langkah Strategis Tingkatkan Mutu Pendidikan

Pendidikan

Gubernur Andra Soni Apresiasi Siswa Peraih Juara I Lomba Cerdas Cermat BPK RI

Pendidikan

Gubernur Andra Soni Salurkan Bantuan Kemanusiaan PGRI Banten Rp1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera

Pendidikan

Kurikulum Berbasis OBE untuk Tingkatkan Kualitas Perguruan Tinggi