SERANG, PUBLISIA.ID – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin, didampingi Kepala Desa Ranjeng, Sapta Mulyana, meninjau langsung lokasi banjir di Komplek Bumi Ciruas Permai, Kecamatan Ciruas, pada Selasa malam (13/1/2026).
Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Muhibin menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Ciruas, khususnya di Komplek Taman Ciruas Permai (TCP) dan Komplek Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, tidak dapat dilakukan secara parsial.
Menurutnya, penanganan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan lintas wilayah.
Ia menjelaskan bahwa persoalan banjir di Kabupaten Serang, termasuk di Desa Ranjeng dan Kecamatan Ciruas, berkaitan erat dengan sistem aliran sungai yang hulunya berada di Kota Serang dan hilirnya masuk ke wilayah Kabupaten Serang. Oleh karena itu, solusi banjir tidak bisa dibebankan hanya pada satu daerah.
“Kalau bicara banjir akibat luapan sungai, itu tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Hulunya di Kota Serang, hilirnya di Kabupaten Serang. Maka penanganannya harus kolektif dan kolaboratif,” ujar Muhibin.
Muhibin menyebutkan, komitmen penanganan banjir lintas wilayah tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Gubernur Banten pada akhir Desember 2025 lalu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Banten dan dihadiri Bupati Serang, Walikota Serang, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Ciujung–Cidurian.
“Sudah jelas pembagian tugasnya. Kabupaten Serang mengerjakan apa, Kota Serang mengerjakan apa, Provinsi Banten mengerjakan apa, dan BBWS mengerjakan apa. Semua sudah menjadi komitmen bersama,” jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini langkah darurat telah dilakukan, di antaranya pengerahan alat pompa air oleh Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, serta BBWS guna mengurangi genangan di kawasan terdampak. Namun demikian, upaya teknis jangka panjang baru dapat dilakukan setelah kondisi banjir benar-benar surut.
“Dalam kondisi banjir, kita memang belum bisa bekerja maksimal secara teknis. Setelah air surut, barulah penanganan jangka panjang bisa dilakukan secara bersama-sama,” katanya.
Muhibin juga mengakui bahwa sejumlah kawasan perumahan berada pada posisi lebih rendah dibandingkan badan sungai, sehingga membutuhkan solusi teknis yang khusus dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa prihatin kepada warga yang terdampak banjir serta mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mempercayakan penanganan kepada pemerintah di semua tingkatan.
“Kami turut prihatin atas musibah ini. Mohon masyarakat bersabar dan percaya kepada pemerintah, baik Pemkab Serang, Pemkot Serang, Pemerintah Provinsi Banten, maupun BBWS. Insyaallah, dengan semangat kolektif dan kolaboratif, persoalan banjir ini akan diselesaikan,” pungkasnya. (*)



















