Home / Pemerintahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 20:42 WIB

Tinjau Lokasi Banjir, Ahmad Muhibin: Penanganan Harus Melibatkan Seluruh Pemangku Kepentingan Lintas Wilayah

SERANG, PUBLISIA.ID – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kabupaten Serang, Ahmad Muhibin, didampingi Kepala Desa Ranjeng, Sapta Mulyana, meninjau langsung lokasi banjir di Komplek Bumi Ciruas Permai, Kecamatan Ciruas, pada Selasa malam (13/1/2026).

Dalam peninjauan tersebut, Ahmad Muhibin menegaskan bahwa penanganan banjir di wilayah Ciruas, khususnya di Komplek Taman Ciruas Permai (TCP) dan Komplek Bumi Ciruas Permai (BCP) 2, tidak dapat dilakukan secara parsial.

Menurutnya, penanganan harus melibatkan seluruh pemangku kepentingan lintas wilayah.

Ia menjelaskan bahwa persoalan banjir di Kabupaten Serang, termasuk di Desa Ranjeng dan Kecamatan Ciruas, berkaitan erat dengan sistem aliran sungai yang hulunya berada di Kota Serang dan hilirnya masuk ke wilayah Kabupaten Serang. Oleh karena itu, solusi banjir tidak bisa dibebankan hanya pada satu daerah.

“Kalau bicara banjir akibat luapan sungai, itu tidak bisa diselesaikan sendiri-sendiri. Hulunya di Kota Serang, hilirnya di Kabupaten Serang. Maka penanganannya harus kolektif dan kolaboratif,” ujar Muhibin.

Baca Juga  Gubernur Andra Soni Perintahkan ASN Pemprov Banten Responsif pada Permasalahan Masyarakat

Muhibin menyebutkan, komitmen penanganan banjir lintas wilayah tersebut telah disepakati dalam rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Gubernur Banten pada akhir Desember 2025 lalu. Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Banten dan dihadiri Bupati Serang, Walikota Serang, serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau–Ciujung–Cidurian.

“Sudah jelas pembagian tugasnya. Kabupaten Serang mengerjakan apa, Kota Serang mengerjakan apa, Provinsi Banten mengerjakan apa, dan BBWS mengerjakan apa. Semua sudah menjadi komitmen bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, saat ini langkah darurat telah dilakukan, di antaranya pengerahan alat pompa air oleh Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Serang, serta BBWS guna mengurangi genangan di kawasan terdampak. Namun demikian, upaya teknis jangka panjang baru dapat dilakukan setelah kondisi banjir benar-benar surut.

Baca Juga  Wakil Walikota Cilegon Apresiasi Peran Guru dan Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan

“Dalam kondisi banjir, kita memang belum bisa bekerja maksimal secara teknis. Setelah air surut, barulah penanganan jangka panjang bisa dilakukan secara bersama-sama,” katanya.

Muhibin juga mengakui bahwa sejumlah kawasan perumahan berada pada posisi lebih rendah dibandingkan badan sungai, sehingga membutuhkan solusi teknis yang khusus dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, ia menyampaikan rasa prihatin kepada warga yang terdampak banjir serta mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar dan mempercayakan penanganan kepada pemerintah di semua tingkatan.

“Kami turut prihatin atas musibah ini. Mohon masyarakat bersabar dan percaya kepada pemerintah, baik Pemkab Serang, Pemkot Serang, Pemerintah Provinsi Banten, maupun BBWS. Insyaallah, dengan semangat kolektif dan kolaboratif, persoalan banjir ini akan diselesaikan,” pungkasnya. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

DPRD Kabupaten Serang Tekankan Sinergi Penanggulangan Dampak Banjir

Pemerintahan

DKPP Kabupaten Serang Salurkan Bantuan Benih Padi bagi Petani Terdampak Banjir

Pemerintahan

Pemkab Serang Teken Kerja Sama tentang LP2B Akses Tol RS Adhyaksa dengan DPUPR Banten

Pemerintahan

Resmikan Puskesmas Kibin, Bupati Ratu Zakiyah Ingatkan Dahulukan Layanan dari Sisi Kemanusiaan

Pemerintahan

Datangi Pemkab Serang, PT PWI 1 Bakal Buka Usaha Baru di Lahan 15 Hektare

Pemerintahan

Pemprov Banten Matangkan Skema Sekolah Gratis untuk Madrasah Aliyah Swasta

Pemerintahan

Dari Stadion hingga Mall, Ini deretan Venue Unik POPDA XII Banten 2026 di Kota Cilegon

Pemerintahan

Pemkot Cilegon Lakukan Monitoring Lapangan ke 33 SPPG untuk Percepatan Program Makan Bergizi Gratis