PUBLISIA, SERANG-Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Serang, KH. Muhamad Robi (Gus Robi), menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus sikap resmi PCNU atas musibah banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Serang, Banten, dalam beberapa waktu terakhir.
Bencana longsor dan banjir terjadi di beberapa titik, antara lain Padarincang (Gunung Kaupas), Kecamatan Mancak khususnya Desa Labuan dan Winong.
Dalam pernyataannya, Gus Robi menyampaikan apresiasi luar biasa kepada Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, yang menunjukkan kepemimpinan cepat, tanggap, dan berpihak pada rakyat.
“Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ibu Bupati yang fast respons, turun langsung mengunjungi satu per satu titik banjir dan longsor, serta memastikan kebutuhan warga terdampak terpenuhi. Ini adalah bentuk kepemimpinan yang hadir dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Gus Robi.
Menurut Gus Robi, kehadiran langsung Bupati di tengah warga terdampak membawa sejumlah dampak positif, di antaranya mempercepat koordinasi lintas OPD dan relawan, mempercepat pendataan kebutuhan riil warga, serta memberikan ketenangan psikologis dan rasa diperhatikan bagi masyarakat yang sedang diuji musibah.
Selain itu, kehadiran pemimpin daerah di lapangan juga membangun kepercayaan publik, memperkuat solidaritas sosial, serta menjadi teladan kepemimpinan empatik yang tidak berjarak dengan rakyatnya.
Ketua PCNU Kabupaten Serang juga mengajak seluruh elemen masyarakat—warga NU, ormas keagamaan, komunitas sosial, dunia usaha, hingga individu—untuk bersatu padu bergotong royong dan bersedekah guna meringankan beban warga terdampak.
“Gotong royong dan sedekah adalah kekuatan sosial kita. Di samping ikhtiar lahir, mari kita perkuat ikhtiar batin dengan bermuhasabah dan mendoakan, semoga Allah SWT menghadirkan banyak hikmah dan keberkahan di balik ujian ini,” tambahnya.
Lebih jauh, Gus Robi menegaskan bahwa penanganan bencana tidak boleh berhenti pada respons darurat semata, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Penanganan bencana harus komprehensif. Tidak cukup hanya fokus pada kejadian hari ini, tapi juga menuntaskan hulu dan hilirnya. Mulai dari tata kelola lingkungan, alih fungsi lahan, hingga sistem drainase dan mitigasi bencana agar musibah serupa bisa dicegah,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Gus Robi mendorong normalisasi Sungai Cidanau di wilayah Padarincang, serta sungai-sungai lain di titik rawan banjir dan longsor, agar daya tampung dan aliran air kembali optimal.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya memperketat aturan penebangan pohon, khususnya di kawasan rawan seperti Gunung Kaupas dan wilayah perbukitan lainnya, guna menjaga keseimbangan ekosistem dan mencegah bencana berulang.
PCNU Kabupaten Serang, lanjut Gus Robi, menyatakan kesiapan untuk bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dalam kerja-kerja kemanusiaan, mitigasi bencana, serta perawatan lingkungan demi Kabupaten Serang yang lebih aman, tangguh, dan berbahagia.(red)



















