SERANG, PUBLISIA.ID – Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Pakupatan Serang bersama Polres Serang, Jasa Raharja, dan Dishub berencana akan mengecek kelayakan kendaraan menjelang arus mudik lebaran 2026.
Hal itu disampaikan, Satuan Pengawas dan Pelayanan (Satpel) Pakupatan Terminal Waluyo Dianto mengatakan pihaknya bersama instansi lainya akan melakukan kelayakan bus, Mengingat besok H-10 mudik lebaran.
“Kami sudah rapatkan, Kita besok akan lakukan Ramp check bersama termasuk dengan institusi lainya,” kata dia, kepada wartawan, Rabu, (11/3/2026).
Ia menjelaskan, soal kelayakan uji KIR kendaraan khususnya di Terminal Pakupatan Serang sendiri, pihaknya memastikan melakukan Ramp check setiap hari.
“Soal kelayakan bus, kami setiap hari itu melakukan Ramp check dimana Ramp check sendiri langkah awal dari pencegahan dini dan kita pastikan bus bus ini layak dikendarai atau tidak,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya menyiapkan personil sekitar 73 personil guna pelayanan, kenyamanan dan pengamanan para pemudik selama 24 jam.
“Kami menyiapkan 73 personil dibagi tiga regu dijadikan dua sif selama 24 jam,” ungkap Waluyo.
Ia menjelaskan, Untuk fasilitas di terminal Pakupatan Serang sendiri menyiapkan Armada Akap untuk berbagai tujuan dengan 73 trayek.
Selain itu, pihaknya menyiapkan sarana dan prasarana seperti Ruang tiket, kamar mandi, ruang kesehatan, ruang laktasi, ruang pojok baca, dan ruang bermain anak.
“Untuk disabilitas kita siapkan juga kamar mandi disabilitas juga khusus tempat disabilitas,” ujarnya.
Ia menegaskan, untuk menjiamin keamanan bagi para pemudik pihaknya berkoordinasi dengan TNI Polri serta Institusi lainya.
“Kami sendiri menyiapkan jam operasional selama 24 jam salah satunya untuk menyiapkan keamanan kenyamanan dan melaksanakan pelayanan dengan baik,” tegasnya.
Ia menuturkan, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan 81 Po (perusahaan otobus) menyiapkan armada sekitar 873 Kendaraan Bus.
“Adapun yang aktif setiap hari Al in sekitar 540 unit, mungkin next terjadi hal hal terjadinya teknis di jalan ataupun penumpukan penumpang jadi po akan mengeluarkan armada cadangan sehingga tidak ada keterlantaran penumpang,” tutupnya. (sdk/red)



















