Home / Daerah

Minggu, 19 Oktober 2025 - 14:46 WIB

Ahli Manajemen SDM dari Uniba Sorot Kasus SMAN 1 Cimarga, Ini Katanya

SERANG, PUBLISIA.ID – Kasus penonaktifan Kepala Sekolah SMAN 1 Cimarga, Kabupaten Lebak, karena menempeleng siswanya memang menyita perhatian publik. Hal ini juga menjadi perhatian akademisi Uniba.

Ahli Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yang juga akademisi Uniba Dr Wahyu Wiguna mengatakan kasus SMAN 1 Cimarga perlu disikapi dengan hati yang jernih.

“Kita memang tidak dapat membenarkan tindakan kekerasan dalam dunia pendidikan, tetapi di sisi lain, kita juga harus melihat guru dan kepala sekolah sebagai manusia yang memiliki tekanan dan tanggung jawab moral yang besar,” katanya, Minggu 19 Oktober 2025.

Dalam kerangka MSDM, guru dan kepala sekolah adalah aset berharga bangsa, bukan sekadar pelaksana kebijakan pendidikan. Mereka memegang peran ganda sebagaai mendidik, membentuk karakter, sekaligus menjaga disiplin dan moral peserta didik.

Baca Juga  Tinjau Banjir di Serang, Gubernur Andra Soni Dorong Penanganan Terpadu Hulu-Hilir Sungai Ciwaka

” Tidak mudah menjalankan tugas ini di tengah perubahan perilaku siswa, tuntutan administrasi yang berat, dan ekspektasi masyarakat yang tinggi,” ujarnya.

Kejadian di SMAN 1 Cimarga seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat dukungan emosional dan manajerial terhadap tenaga pendidik. Pemerintah dan dinas pendidikan perlu menyediakan ruang konseling, pelatihan manajemen stres, dan pembinaan kepemimpinan humanis bagi para kepala sekolah.

“Guru dan kepala sekolah tidak boleh hanya dibebani tanggung jawab, tetapi juga harus diberi dukungan yang memadai untuk menjaga keseimbangan emosinya,” tambahnya.

Kata dia, sebagai ahli MSDM, percaya sebagian besar guru dan kepala sekolah memiliki niat tulus untuk mendidik dan mencetak generasi unggul. Kadang, tekanan dan kesalahpahaman membuat tindakan mereka terlihat negatif, padahal di baliknya ada semangat untuk menegakkan kedisiplinan dan tanggung jawab.

Baca Juga  Milad ke-23 FSPP, Wagub Dimyati Ajak Perkuat Kepedulian Sosial dan Solidaritas

“Oleh karena itu, penonaktifan kepala sekolah seharusnya tidak dimaknai sebagai bentuk penghakiman moral, melainkan langkah administratif sementara sambil melakukan pembinaan dan refleksi bersama,” imbuhnya.

Dunia pendidikan butuh pendekatan yang lebih manusiawi — bukan hanya bagi siswa, tetapi juga bagi para guru dan kepala sekolah yang setiap hari berjuang di garis depan mencerdaskan bangsa.

“Guru dan kepala sekolah tetaplah sosok yang layak dihormati. Dari tangan merekalah masa depan negeri ini dibentuk, dengan segala kesabaran, dedikasi, dan cinta yang kadang tidak terlihat,” pungkasnya. ***

Share :

Baca Juga

Daerah

APBD Perubahan 2026 Kabupaten Serang Disepakati Segini Besarannya

Daerah

Breaking News Hari Ini Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi

Daerah

HUT ke 81 Kemerdekaan RI di Binuang Heboh, Ini Kata Camat Mamak Abror

Daerah

HUT ke 81 Kemerdekaan RI di Pemkab Serang jadi Momentum Kebersamaan

Daerah

Festival Ciomas Ngabring 2026, Ribuan Warga Menari Kolosal

Daerah

Renovasi Masjid At Taubah di Taman Widya Asri Dimulai

Daerah

Gunung Anak Krakatau Siaga Wabup Serang Pastikan Anyer-Cinangka Aman

Daerah

Ketum Resmi IKA UIN Banten Husni Mubarok Banjir Dukungan