SERANG, PUBLISIA.ID – PT Bank Pembangunan Daerah Banten (Perseroda) Tbk atau Bank Banten menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin, 28 April 2026. Kegiatan berlangsung di Pendopo Gubernur Banten KP3B, Kota Serang Provinsi Banten.
RUPST dipimpin oleh Komisaris Rina Dewiyanti, yang hadir bersama Komisaris Independen Deden Riki Hayatul Firman. Sementara itu, dari jajaran Direksi turut hadir Direktur Utama Muhammad Busthami dan Direktur Kepatuhan Eko Virgianto. Hadir pula Direksi hasil RUPS Luar Biasa 21 Januari 2026, yaitu Direktur Bisnis Slamet Riyadi* dan Direktur Operasional Purbaji Basuki*.
Dalam RUPST tersebut, terdapat lima agenda utama. Pertama, persetujuan atas Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan Perseroan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk Tahun Buku 2025, sekaligus pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab (acquit et decharge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris. Kedua, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan Tahun Buku 2025. Ketiga, penunjukan akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2026. Keempat, penyampaian laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas (PUT) VI dan PUT VII. Kelima, penetapan remunerasi pengurus Perseroan.
Dalam sambutan dan paparannya, Rina Dewiyanti menyampaikan bahwa Bank Banten terus menunjukkan kinerja yang tumbuh dan menguat. Hal ini tercermin dari peningkatan aset menjadi Rp10,001 triliun, yang didorong oleh ekspansi kredit yang signifikan serta peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK).
Penyaluran kredit tercatat meningkat dari Rp3,85 triliun pada 2024 menjadi Rp5,06 triliun pada 2025, atau tumbuh sekitar 32% secara tahunan (YoY). Sejalan dengan itu, DPK juga mengalami pertumbuhan menjadi Rp6,42 triliun atau naik 32,21% (YoY).
“Kinerja laba juga menunjukkan tren peningkatan, dari Rp26,59 miliar pada 2023 menjadi Rp39,33 miliar pada 2024, dan pada 2025 meningkat menjadi Rp52,52 miliar,” ujar Rina. Ia menambahkan, peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan pendapatan bunga seiring ekspansi kredit serta dampak positif dari pengelolaan Rekening Kas Umum Daerah (RKUD).
Direktur Utama Bank Banten, Muhammad Busthami, menegaskan bahwa kinerja keuangan Perseroan menunjukkan arah yang semakin solid, ditopang oleh perbaikan kualitas aset dan peningkatan profitabilitas.
Permodalan Bank Banten, lanjutnya, berada pada level yang sangat kuat dengan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) mencapai 36,73% per Desember 2025, jauh di atas ketentuan yang berlaku. Hal ini mencerminkan kapasitas yang memadai untuk mendukung ekspansi usaha sekaligus menjaga ketahanan terhadap risiko.
Perbaikan kualitas kredit juga terlihat dari terjaganya rasio Non-Performing Loan (NPL) yang berada dibawah batas ketentuan yang diatur Regulator. “Perbaikan ini mencerminkan efektivitas strategi pengelolaan risiko serta penguatan kualitas portofolio kredit yang berkelanjutan,” jelasnya.
Dari sisi profitabilitas, kinerja Bank Banten turut menunjukkan tren positif, dengan Return on Equity (ROE) mencapai 3,97% pada 2025, yang mencerminkan stabilitas operasional di tengah dinamika industri perbankan.
Secara keseluruhan, capaian tersebut menegaskan komitmen Bank Banten dalam memperkuat fundamental bisnis melalui pengelolaan risiko yang prudent, peningkatan kualitas aset, serta optimalisasi kinerja keuangan secara berkelanjutan.
Bank Banten semakin menegaskan Komitmennya di Tahun 2026 untuk terus tumbuh “Melesat, Kuat, Hebat.” dengan 4 (empat) Strategi Utama yaitu: Penguatan dan Pertumbuhan Bisnis Berkualitas dan Berkelanjutan, Penguatan Sinergi, Kolaborasi & Kemitraan Strategis, Penguatan Service Excellence & Operational Excellence dan Penguatan Human Capital yang Berintegritas, Profesional dan Produktif.
Sejalan dengan hal tersebut, Bank Banten mengajak seluruh pemangku kepentingan, baik pemerintah daerah, pelaku usaha, maupun masyarakat untuk bersama-sama memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan dukungan dan kepercayaan yang berkelanjutan, Bank Banten optimistis dapat memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Provinsi Banten serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan bagi seluruh pihak. (*)



















