SERANG, PUBLISIA.ID — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang menghadiri Launching Serang Mengaji dan Gebyar Tarhib Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pemerintah Kota Serang bersama Badan Wakaf Al-Qur’an di Alun-Alun Barat, Jumat (13/2).
Kegiatan ini diikuti sekitar 15.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat, terdiri atas 6.000 siswa di bawah naungan Dispendbud Kota Serang, 2.000 siswa Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah binaan Kemenag Kota Serang, 2.000 santri dari Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP) Kota Serang, serta 5.000 masyarakat umum.
Dengan konsep One Man One Juz, ribuan peserta memadati Alun-Alun Barat dan membaca Al-Qur’an secara serentak, menciptakan suasana religius yang khidmat sekaligus membangkitkan semangat menyambut Ramadan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Serang, A. Baijuri, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Kota Serang yang menjadikan Serang Mengaji sebagai program prioritas daerah.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah Kota Serang yang memiliki komitmen kuat menjadikan Serang Mengaji sebagai program prioritas. Ini adalah langkah strategis dalam membangun karakter masyarakat yang religius dan berakhlak,” ujar A. Baijuri.
Ia menegaskan bahwa program tersebut sejalan dengan Asta Protas Kementerian Agama, khususnya dalam penguatan literasi keagamaan dan peningkatan kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, A. Baijuri mengungkapkan bahwa semangat Serang Mengaji tidak bersifat eksklusif, melainkan inklusif. Pemerintah Kota Serang juga memberikan perhatian kepada peserta didik dari umat agama lain agar tetap mendapatkan fasilitasi pembelajaran agama sesuai keyakinannya masing-masing.
“Kami juga mengapresiasi kebijakan Pemerintah Kota Serang yang memastikan siswa dari umat agama lain tetap difasilitasi untuk belajar ajaran agamanya. Secara teknis, pelaksanaannya dikoordinasikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Serang. Ini menunjukkan bahwa penguatan nilai agama berjalan beriringan dengan semangat toleransi dan keadilan,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam membangun kehidupan beragama yang moderat dan harmonis.
“Serang Mengaji bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi tentang membumikan nilai-nilai kebaikan, membangun generasi berkarakter, serta memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Serang,” tambahnya.
Program ini diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperluas akses pembelajaran, serta secara bertahap menekan angka buta aksara Al-Qur’an di Kota Serang, sekaligus menjadi model penguatan kehidupan beragama yang inklusif dan harmonis di tingkat daerah. (*)



















