SERANG, PUBLISIA.ID – Pemerintah Desa Talagawarna, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, terus memperkuat program ketahanan pangan desa dengan mengembangkan usaha ayam petelur. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Desa Talagawarna, Tubagus Faoji, dilokasi kandang di desa Talaga warna, pada Jumat (30/1/2026).
Program ayam petelur tersebut saat ini memiliki kapasitas 360 ekor ayam, yang ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 360 butir telur per hari. Hasil produksi telur ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus memasok Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai upaya meningkatkan perekonomian desa.
“Kami berharap program ini bisa menjadi salah satu penopang ketahanan pangan desa dan memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujar Tubagus Faoji.
Ia menjelaskan, masa produktif ayam petelur diperkirakan mencapai dua tahun, setelah itu akan dilakukan peremajaan ayam agar produksi tetap optimal.
Terkait kendala limbah kotoran ayam, pemerintah desa telah menyiapkan solusi dengan merencanakan pembuatan kolam lele. Kolam tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana pengelolaan limbah sekaligus mendukung usaha perikanan terpadu di desa.
“Limbah kotoran ayam akan kami manfaatkan secara terpadu agar tidak mencemari lingkungan dan justru memberikan nilai tambah,” tambahnya.
Melalui program ini, Pemerintah Desa Talagawarna optimistis dapat mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan serta mendorong kemandirian ekonomi desa. (sdk/red)



















