WARINGINKURUNG, PUBLISIA.ID – Jelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang kembali menggelar bazar Ramadan atau bazar pangan murah bagi masyarakat. Kali ini kegiatan bazar murah tesebut digelar di Kantor Kecamatan Waringinkurung, yang langsung diserbu oleh ibu-ibu yang hendak membeli.
Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah menjelaskan kegiatan bazar murah ini salah satunya bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan harga yang sering terjadi jika sudah memasuki hari lebaran.
Sedikitnya ada 2 kuintal untuk masing-masing komoditas yang digelar pada baza murah tersebut, seperti bawang, cabai rawit merah, sayur-mayur hingga kebutuhan pokok lainnya.
Masih dijelaskan Bupati Serang, bazar murah di Waringinkurung ini merupakan titik ketiga yang sudah digelar selama Ramadan untuk menekan harga kebutuhan pokok di pasaran.
“Biasanya kalau bulan Ramadan menjelang Idul Fitri harga-harga kebutuhan barang pokok itu mahal. Maka kita mengantisipasi dengan adanya Bazar Ramadan ini untuk warga, supaya dapat harga yang lebih terjangkau,” kata Bupati di Waringinkurung, Selasa (10/3/2026).
Menurut Bupati, sampai saat ini kodisi harga-harga kebutuhan pokok di pasaran cenderung aman, namun terdapat komoditas yang masih mahal, seperti harga cabai rawit merah yang mencapai Rp80.000 per kilogram.
Jika di luar harga cabai ada yang sampai tembus Rp110.000 per kilogramnya. Bupati juga menyarankan, jika cabai rawit merah mahal, maka bisa mencoba atau berganti ke yang lain seperti cabai keriting.
“Pada kegiatan bazar murah ini, Pemkab Serang juga menyediakan minyak yang dijual dengan harga dibawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yakni Rp15.500 per liter. Sebenarnya HET-nya itu Rp15.700, tapi di sini dijual Rp15.500, jadi pasti memberikan keuntungan buat orang. Biasanya kalau ibu rumah tangga, walaupun harganya beda Rp100 perak atau Rp200 perak itu pasti dikejar,” jelasnya.
Di tempat yang sama, Adang Rahmat selaku Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang menjelaskan bahwa komoditas yang dijual di bazar ini meliputi beras, minyak, gula, daging ayam, terus sayur-sayuran, cabai, bawang merah dan bawang putih.
“Minyak dari berbagai merek baik ada di sini, termasuk minyakita. Minyakita sudah laku keras habis. Jumlahnya masing-masing komoditas ada dua kuintal,” jelas Adang.
Adang menjelaskan beberapa selisih harga di pasaran dengan harga yang dijual pada bazar murah ini. Jika harga cabai rawit merah di pasaran tembus Rp110.000 per kilogram, sementara di bazar dijual dengan harga Rp80.000 per kilogramnya. Minyakita dijual Rp15.500 atau lebih rendah dari HET sebesar Rp15.700 per liter. (*)



















