CILEGON, PUBLISIA.ID – Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kelurahan (Musrenbangkel) di sejumlah wilayah Kota Cilegon telah dilaksanakan. Sejumlah usulan mulai dari perbaikan drainase, jalan lingkungan, hingga penambahan ruang kelas sekolah dasar mengemuka dalam Musrenbangkel Kota Cilegon 2026 ini.
Di Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol, Musrenbangkel digelar Senin (26/1/2026), dengan melibatkan unsur pemerintah, OPD teknis, serta lembaga dan tokoh masyarakat. Lurah Grogol, Firman Yudha Nugroho, menyampaikan bahwa aspirasi warga didominasi kebutuhan infrastruktur dasar.
“Usulan fisik yang disampaikan masyarakat antara lain perbaikan jalan lingkungan, penerangan jalan, paving block, tembok penahan tanah, drainase, normalisasi air, hingga penanganan rumah tidak layak huni,” katanya kepada awak media, diruang kerjanya, Kamis (29/1/2026).
Selain Infrastruktur, masyarakat juga mengusulkan program nonfisik seperti pengadan alat kesehatan posyandu, pemberian makanan tambahan untuk pencegahan stunting, serta dukungan sarana penanggulangan bencana.
Firman menambahkan, sektor pendidikan turut menjadi perhatian, khususnya kondisi SDN Grogol 2 yang mengalami keterbatasan ruang kelas sehingga aktivitas belajar mengajar harus dibagi menjadi beberapa sif.
“Kami kembali mengusulkan penambahan ruang kelas dengan konsep pembangunan vertikal agar kebutuhan pendidikan bisa terpenuhi,” jelasnya.
Sementara itu, Kelurahan Citangkil, Kecamatan Citangkil, menempatkan penanganan banjir sebagai prioritas utama dalam musrenbangkel. Lurah Citangkil, Ali Wahdi, mengatakan persoalan genangan iar masih menjadi keluhan utama masyarakat, terutama di wilayah rawan banjir.
“Penanganan yang diusulkan meliputi peninggian tembok penahan tanah di bantaran sungai, perbaikan drainase lingkungan, serta pemasangan drainase plat beton di titik muara air,” tuturnya.
Musrenbangkel Citangkil juga mengusulkan peningkatan penerangan jalan lingkungan di sejumlah titik rawan. Kemudian bantuan rumah tidak layak huni, serta renovasi pembangunan SDN Kerenceng 2 dan SDN Citangkil Baru yang kondisinya memerlukan penanganan segera.
“Kondisi bangunan di SDN Kerenceng 2 dan SDN Citangkil Baru juga butuh perhatian segera,” katanya.
Kelurahan Ciwaduk, Kecamatan Cilegon, juga telah melakukan Musrenbangkel awal pekan ini. Dimana pada pertemuan tersebut partisipasi aktif masyarakat bersama TNI-Polri dan Anggota DPRD Kota Cilegon patut diapresiasi.
Lurah Ciwaduk, Nurul Hidayati, menyebut musrenbangkel menjadi muara resmi penyerapan aspirasi masyarakat sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.
“Usulan yang disampaikan masyarakat sejalan dengan prioritas pembangunan daerah. Khususnya drainase, jalan lingkungan, penerangan jalan umum, dan rumah tidak layak huni,” ujarnya.
Ia berharap, berbagai usulan yang telah dihimpun dapat direalisasikan melalui berbagai sumber pendanaan. Baik dari angaran kelurahan, OPD, aspirasi Dewan, hingga ABPD Provinsi Banten dan APBN.
“Mudah-mudahan usulan-usulan yang muncul di Musrenbangkel bisa terealisasi,” katanya. (sdk/red)



















