Home / Bisnis

Senin, 5 Januari 2026 - 12:36 WIB

Dorong Koperasi Wanita dan UMKM Serang Naik Kelas, Dosen UMT Beri Pelatihan Strategi Bisnis dan HKI

Para peserta pelatihan foto bersama dengan narasumber.

Para peserta pelatihan foto bersama dengan narasumber.

SERANG, PUBLISIA–Tim dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi bagi anggota Koperasi Wanita (Kopwan) Jasmine Sejahtera di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan legalitas usaha dan profesionalisme manajemen bagi pelaku usaha mikro di tingkat desa.

Berlangsung di Aula Kantor Desa Pelawad mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, acara ini dihadiri oleh 30 peserta yang merupakan anggota aktif koperasi.

Sebagian besar peserta adalah ibu rumah tangga yang memiliki usaha mandiri, mulai dari produsen makanan ringan untuk jajanan sekolah hingga pelaku usaha jasa penjahit pakaian.

Sinergi Akademisi dan Mahasiswa Tim pengabdian ini dipimpin oleh narasumber ahli, yakni Dr. Muljadi (Dosen S2 Magister Manajemen UMT) dan Syepri, M.Ti (Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik UMT).

Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari Program Studi Manajemen UMT sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Baca Juga  Peran Strategis Pesantren dalam Recovery Mental Korban Bencana

Keterlibatan mahasiswa ini bertujuan agar mereka mendapatkan pengalaman lapangan secara langsung dalam mendampingi masyarakat.

Strategi Model Canvas dan Perlindungan Hukum Materi utama yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah pengenalan Business Model Canvas (BMC).

Metode ini diajarkan agar para ibu anggota koperasi dapat memetakan strategi bisnis mereka secara komprehensif, mulai dari segmentasi konsumen hingga struktur biaya, sehingga usaha mereka lebih terukur dan kompetitif.

Selain manajemen usaha, para peserta dibekali pengetahuan mengenai pentingnya perlindungan merek melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Dr. Muljadi menjelaskan bahwa tanpa pendaftaran resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), produk lokal sangat rentan ditiru dan sulit bersaing di pasar yang lebih luas.

“Kami mendampingi proses pendaftaran merek dagang ini secara langsung, mulai dari pengecekan nama merek hingga penyusunan dokumen di sistem DJKI. Tujuannya agar produk ibu-ibu di Desa Pelawad memiliki identitas yang kuat dan terlindungi secara hukum,” ujar Dr. Muljadi dalam paparannya.

Baca Juga  Walikota Cilegon Paparkan Strategi Kepemimpinan dan Program Prioritas di Program Nusaraya

Transformasi Digital dan Keberlanjutan Senada dengan hal tersebut, Syepri, M.Ti menekankan pentingnya digitalisasi.

Selain merek, para peserta juga dilatih untuk mengoptimalkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar yang selama ini masih bersifat tradisional di lingkup desa.

Ketua Kopwan Jasmine Sejahtera menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, bantuan teknis berupa penyusunan SOP produksi dan digitalisasi pencatatan keuangan sangat dibutuhkan agar koperasi yang berdiri sejak 2015 ini bisa mengelola modal kerja dengan lebih efisien.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang menargetkan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui kemandirian ekonomi perempuan desa. ***

Share :

Baca Juga

Bisnis

Ketahanan Pangan Desa Talagawarna Fokus pada Ayam Petelur

Bisnis

Toko keempat Toserba Riana Collection Resmi Diluncurkan di Pabuaran, Hadirkan Beragam Kebutuhan Fashion Keluarga

Bisnis

Langkah Perseroda Lampung Selatan Maju Jajaki Kerjasama Jagung Dengan PT ABM

Bisnis

Bank Banten dan RSUD Paku Haji Resmi Jalin Kerja Sama Layanan Perbankan

Bisnis

Perkuat Layanan, Bank Banten Kelola Penuh Keuangan BLUD RSUD Balaraja

Bisnis

Perkuat Ekosistem Perdagangan Digital Daerah, GMV Plaza Banten 2025 Tembus Rp64 Miliar

Bisnis

Pemprov Banten Gandeng Pemda Tangerang Raya, Bank Banten Siap Pengelolaan RKUD

Bisnis

Decluttering, Cara AHM dan Gen-Z Jaga Lingkungan