SERANG, PUBLISIA–Tim dosen Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT) melaksanakan program pemberdayaan ekonomi bagi anggota Koperasi Wanita (Kopwan) Jasmine Sejahtera di Desa Pelawad, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Sabtu (20/12/2025).
Kegiatan ini difokuskan pada penguatan legalitas usaha dan profesionalisme manajemen bagi pelaku usaha mikro di tingkat desa.
Berlangsung di Aula Kantor Desa Pelawad mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WIB, acara ini dihadiri oleh 30 peserta yang merupakan anggota aktif koperasi.
Sebagian besar peserta adalah ibu rumah tangga yang memiliki usaha mandiri, mulai dari produsen makanan ringan untuk jajanan sekolah hingga pelaku usaha jasa penjahit pakaian.

Sinergi Akademisi dan Mahasiswa Tim pengabdian ini dipimpin oleh narasumber ahli, yakni Dr. Muljadi (Dosen S2 Magister Manajemen UMT) dan Syepri, M.Ti (Dosen Teknik Informatika Fakultas Teknik UMT).
Selain dosen, kegiatan ini juga melibatkan dua mahasiswa dari Program Studi Manajemen UMT sebagai bagian dari implementasi program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Keterlibatan mahasiswa ini bertujuan agar mereka mendapatkan pengalaman lapangan secara langsung dalam mendampingi masyarakat.
Strategi Model Canvas dan Perlindungan Hukum Materi utama yang menjadi sorotan dalam kegiatan ini adalah pengenalan Business Model Canvas (BMC).
Metode ini diajarkan agar para ibu anggota koperasi dapat memetakan strategi bisnis mereka secara komprehensif, mulai dari segmentasi konsumen hingga struktur biaya, sehingga usaha mereka lebih terukur dan kompetitif.
Selain manajemen usaha, para peserta dibekali pengetahuan mengenai pentingnya perlindungan merek melalui Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
Dr. Muljadi menjelaskan bahwa tanpa pendaftaran resmi di Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI), produk lokal sangat rentan ditiru dan sulit bersaing di pasar yang lebih luas.
“Kami mendampingi proses pendaftaran merek dagang ini secara langsung, mulai dari pengecekan nama merek hingga penyusunan dokumen di sistem DJKI. Tujuannya agar produk ibu-ibu di Desa Pelawad memiliki identitas yang kuat dan terlindungi secara hukum,” ujar Dr. Muljadi dalam paparannya.
Transformasi Digital dan Keberlanjutan Senada dengan hal tersebut, Syepri, M.Ti menekankan pentingnya digitalisasi.
Selain merek, para peserta juga dilatih untuk mengoptimalkan media sosial dan marketplace untuk memperluas jangkauan pasar yang selama ini masih bersifat tradisional di lingkup desa.
Ketua Kopwan Jasmine Sejahtera menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, bantuan teknis berupa penyusunan SOP produksi dan digitalisasi pencatatan keuangan sangat dibutuhkan agar koperasi yang berdiri sejak 2015 ini bisa mengelola modal kerja dengan lebih efisien.
Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang menargetkan peningkatan kesejahteraan keluarga melalui kemandirian ekonomi perempuan desa. ***



















