Home / Pemerintahan

Rabu, 8 Oktober 2025 - 19:08 WIB

DLH Cilegon Bangun Sistem Kelurahan Mandiri Kelola Sampah Lewat Program Pasukan Sapu Bersih

CILEGON, PUBLISIA.ID – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon tengah menyiapkan langkah besar dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis kelurahan.

Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, menegaskan bahwa pemerintah kini mendorong kelurahan agar mandiri dalam mengelola sampah tanpa harus terus bergantung pada APBD.
Menurut Sabri, arah kebijakan ini akan diperkuat melalui Peraturan Daerah (Perda) tentang Pengelolaan Sampah yang kini tengah disiapkan.

“Setelah perda tersebut disahkan, DLH akan menindaklanjutinya dengan Peraturan Walikota (Perwali) yang mengatur teknis pelaksanaan, termasuk kuota pembuangan sampah dari tiap kelurahan ke TPA Bagendung,” kata Sabri saat dihubungi melalui telepon genggam, Rabu (8/10/2025).

Kata Sabri, ke depan setiap kelurahan diwajibkan membentuk lembaga swadaya masyarakat yang mengoordinasikan RW dan RT untuk mengurangi timbulan sampah.

Baca Juga  BKKBN Banten Perkuat Layanan Taman Asuh Sayang Anak di Kota Cilegon

Langkah ini, kata Sabri, searah dengan program unggulan pasangan Walikota Cilegon Robinsar dan Wakil Walikota Cilegon Fajar Hadi Prabowo. Yakni Gerakan Kebersihan Lingkungan melalui pembentukan pasukan sapu bersih di setiap kelurahan.

Program ini menjadi simbol gerakan bersama antara pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan kota yang bersih, sehat, dan berdaya lingkungan.

“Untuk sarana pendukung akan kita bahas di 2026, seperti kendaraan pengangkut sampah di tingkat kelurahan. Tapi mudah-mudahan tidak semuanya dibiayai APBD, karena kita juga menjajaki bantuan dari kementerian,” ungkap Sabri.

Ia menyebut, Pemkot Cilegon sudah menjalin komunikasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk mendapatkan bantuan program pengelolaan sampah yang sebelumnya sempat tertunda.

Baca Juga  Pemkot Cilegon Koordinasi dengan PT KAI Bahas Penanggulangan Banjir Terkait Aset Perkeretaapian

“Alhamdulillah, di tahap 4 ini kita bisa ikut lagi setelah sempat gagal di tahap 3. Insya Allah tahun 2026 Cilegon dapat bantuan itu,” tuturnya optimistis.

Sabri menegaskan, peran DLH ke depan bukan lagi sebagai pelaksana utama, melainkan pendamping dan pengawal program. Sementara pengelolaan operasional akan sepenuhnya dilimpahkan kepada kelurahan melalui lembaga swadaya yang dibentuk.

“Nanti kalau sudah berjalan, kelurahan yang akan mengelola sendiri. Kita cukup mengawal supaya programnya berkelanjutan. Prinsipnya, bukan disuapin terus, tapi kita kasih kailnya supaya mereka bisa mandiri,” tegasnya.

Dengan kebijakan baru ini, Pemkot Cilegon berharap seluruh kelurahan mampu menjadi garda terdepan dalam pengelolaan sampah. Sekaligus memperkuat kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan melalui gerakan bersama. (*)

Share :

Baca Juga

Pemerintahan

Ketua Fraksi PAN Desi Ferawati Kunjungi Dapur Umum di Carenang dan Tanara, Pastikan Logistik Aman

Pemerintahan

Disdukcapil Kabupaten Serang Buka Layanan Administrasi Kependudukan Bagi Warga Terdampak Banjir

Pemerintahan

DPRD Kabupaten Serang Tekankan Sinergi Penanggulangan Dampak Banjir

Pemerintahan

DKPP Kabupaten Serang Salurkan Bantuan Benih Padi bagi Petani Terdampak Banjir

Pemerintahan

Pemkab Serang Teken Kerja Sama tentang LP2B Akses Tol RS Adhyaksa dengan DPUPR Banten

Pemerintahan

Resmikan Puskesmas Kibin, Bupati Ratu Zakiyah Ingatkan Dahulukan Layanan dari Sisi Kemanusiaan

Pemerintahan

Datangi Pemkab Serang, PT PWI 1 Bakal Buka Usaha Baru di Lahan 15 Hektare

Pemerintahan

Pemprov Banten Matangkan Skema Sekolah Gratis untuk Madrasah Aliyah Swasta